to survive
October 29, 2008 by myanree
Kalau memang tidak ada nasi, saya akan berusaha melahap roti itu…
Duh, sepertinya itu bukan kalimat yang bagus untuk mengawali sebuah tulisan ya. Tapi tak apalah, toh saya memang bukan seorang penulis. Makanya, saya selalu salut dan mengagumi para penulis karena selalu dapat menyampaikan idenya dengan cara yg sangat brilliant.
Back to nasi dan roti.
Sepertinya saya tidak (atau) belum menemukan kalimat lain untuk menggambarkan kondisi dimana di satu waktu, ketika kita ingin menikmati sepiring nasi, tapi yang tersedia adalah roti. Atau dimana kita dalam suatu kondisi yang kita harapkan adalah A (note: contoh saja), tapi kita malah berada dalam kondisi B atau C atau malah mungkin Z. Intinya adalah satu kondisi atau waktu, atau apapun itu namanya lah, sangat jauh dari yang kita harapkan!. Maka apa yang bisa kita lakukan?.
kalau bagi saya, ketika saya tidak mendapatkan sepiring nasi (dengan catatan, setelah saya sudah berusaha keras dan maksimal untuk mendapatkanya), saya akan tetap berusaha melahap roti itu, walaupun mungkin rasanya tidak akan sama ketika saya “meresapi” nikmatnya sepiring nasi tentunya. Pointnya adalah, ini tentang bagaimana beradaptasi dan tetap survive dengan kondisi yang ada. Hal ini sangat penting, karena setiap orang pasti akan dihadapkan dengan kondisi yang tidak selamanya baik atau yang diharapkan. Kalau tidak bisa beradaptasi, yang tersiksa adalah diri sendiri, makan hati.
Ngomong-ngomong masalah adaptasi dan survivalitas, 2 hal ini yang harus dimiliki oleh setiap orang. Bayangin aja kalo ga punya 2 hal tersebut di tengah kondisi sekarang ini, pasti stress. Hal tersebut juga yang sedang coba saya bangun pada diri saya sendiri
. well, walau saya kadang mengkategorikan diri saya sebagai orang yg “sepertinya” tidak sulit beradaptasi (baca: Ndablek!). Tapi, no body knows about what will be happen next. Pokoknya sekarang berbuat yang terbaik, jadikan semua lebih baik. Mangenai hasil, serahkan semua pada yang mempunyai hak untuk menentukannya. Kalau belum sesuai harapan, jangan patah semangat, karena proses juga sangat berarti.
ngelantur lagi nih…
udah ah..
btw, walau agak tersedak-sedak memakan rotinya, yang mungkin bagi pecinta roti, tak perlu bergelas-gelas air untuk mendorongnya melewati tenggorokan, ternyata enak juga!.. karena saya berusaha menikmatinya.