laki-laki itu
November 8, 2008 by myanree
“coba mulailah lagi dengan merumuskan kembali mimpimimpi” ujar si perempuan kepada laki-laki yang menurutnya selalu terlihat tampan.
Perempuan itu senang karena laki-laki semalam ia bisa meninggalkan lab lebih cepat dari biasanya. Dan sengaja membuatkan makan malam ala Indonesia berupa dadar jagung yang entah kenapa rasanya tidak seperti yang ia harapkan (tau kan maksudnya?). Mungkin masalahnya, karena ia mencampurkan sedikit tepung didalamnya, dan sepertinya tepung itu diperuntukan khusus untuk membuat roti, ya nasib lah, jadi orang yg tidak bisa membaca dan mengartikan tulisan jepun. Membeli sesuatu hanya berdasarkan “dugaan” semata, ujarnya.
Perempuan dan sang lelaki bercerita panjang, tentang perasaaan, tentang mimpi-mimpi masa depan. Laki-lakiĀ gundah menghadapi situasi yg tidak nyaman. Ia, tidak sama dengan si perempuan yang lebih easy going terhadap sesuatu. Tapi itulah dia laki-lakiĀ itu, yang selalu banyak pertimbangan. Dan si perempuan selalu menikmati perdebatan& perbedaan pemikiran bersamanya. Hingga kadang seringkali hal-hal yang tidak penting menjadi perdebatan.
seperti:
Perempuan: ” aku sayang kamu”
Laki-laki itu: “sayangan aku pastinya”
Perempuan: “Pasti aku lebih. Sebesar apa sayangmu kepadaku?”
Laki-laki: “Lebih dari yang kamu duga dan lebih dari yang aku kira”
Perempuan: “Sebesar apa??”
Laki-laki: “ya itu tadi..tidak dapat diukur dan digambarkan dengan sesuatu”
(perdebatan tidak penting sering itu berlanjut hingga titik yang tidak jelas!). Namun, sungguh, perempuan itu menikmatinya…
Perempuan itu berharap, laki-laki itu segera terbebaskan dari segala resah-gundah-gulana. Bukan, bukan berarti tak boleh resah dan mengeluh. Tapi, itu tidak mengubah apapun.
Dia lalu berpikir;
Mari coba mengubah mindset: mengerjakan sesuatu dengan perasaan gembira karena ada tujuan yang hendak dicapai. Intinya begini: Kalau sesuatu itu suka-atau-tidak suka HARUS dilaksanakan, laksanakanlah dengan semaksimalnya, kalau hasilnya belum maksimal, jangan dianggap masalah
. Itu kan yang namanya proses?
Jadi, kalau mau jalan terus, didepan masih banyak aral melintang, masih banyak semak yang perlu ditebaskan, masih banyakn kerikil-kerikil tajam yang harus disingkirkan, dan masih banyak rintangan lainnya.
Atau..ada pilihan lain, tidak usah repot-repot menghadapi itu semua, dan cukupkan rasa hanya sampai disini, ya STOP DISINI, pencapaian terakhir atau terminal terakhir. Ini mungkin tentang sebuah pilihan. Yups, Hidup adalah pilihan. Dan apapun pilihan itu, ada seseorang yang pasti mendukung.
you will never walk alone..
Kyoto,
Dipagi dingin, setelah melepas laki-laki tampan di depan pintu….
(hehehe..padahal siangnya janji nge-date di BKC)